Featured Post

Notasi musik merupakan sistem penulisan karya musik dengan menggunakan simbol-simbol khusus, sehingga mewakili bunyi yang dinyanyikan at...
FLS2N 2020

FLS2N 2020

logo fls2n
Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana djuned.com. Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan informasi sehubungan dengan pelaksanaan Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2020


*Informasi ini bersifat sementara

Waktu dan Tempat Pelaksanaan FLS2N 2020
Tanggal Pelaksanaan FLS2N 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 19 September 2020

Tempat Pelaksanaan FLS2N 2020
Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk SD dan SMP
dan
Provinsi Sumatera Barat untuk SMA dan SMK

Juklak Juknis Panduan FLS2N 2020
FLS2N 2020 PKLK ABK (belum tersedia)
FLS2N 2020 SD (sudah tersedia)

FLS2N 2020 SMP (belum tersedia)
FLS2N 2020 SMA (belum tersedia)
FLS2N 2020 SMK (belum tersedia)

Read more »
Angklung Padaeng

Angklung Padaeng

daeng soetigna

Angklung Padaeng

Angklung yang populer saat ini merupakan angklung modern yang diciptakan oleh Almarhum Pak Daeng Soetigna pada tahun 1938. Secara instrument, angklung padaeng adalah alat musik tradisional. Namun secara nada, angklung padaeng menggunakan skala nada modern. Dimana yang membedakan dengan Angklung Tradisional sebelumnya yaitu pada skala nadanya. Jika sebelumnya Angklung tradisional menggunakan skala nada pentatonic, angklung yang sekarang ini menggunakan skala nada diatonic kromatic.


  1. Scala nada pentatonic contohnya seperti laras daminatilada, yang mana Angklung tersebut dikembangkan oleh Almarhum Mang Udjo yang terkenal dengan Saung Udjonya.
  2. Scala nada diatonic itu, lebih mudahnya adalah skala nada yang kita kenal dengan sebutan do re mi fa so la ti do. Yang interval jaraknya adalah sebagai berikut G A B C D E F# G atau E F# G A B C D E
  3. Sementara, scala nada kromatik yaitu skala nada yang interval jaraknya adalah setengah, seperti G G# A A# dst.

Oleh karena itu, Angklung yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Angklung Padaeng.
Baik Mang Udjo dan Padaeng merupakan tokoh yang sangat berperan penting dalam pelestarian angklung. Bahkan hingga saat ini, saung udjo masih tetap konsisten terus mempopulerkan Angklung yang berskala nada diatonic.

Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka/ Ancak (frame) dan Tabung/bungbung (tube).

  1. Rangka terdiri dari tihang atau jejer dan palang atau toros yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar, atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau laras

angklung


Tabung Resonator terdiri dari Tabung Besar Tabung Sedang dan Tabung Kecil

Read more »
Angklung

Angklung

angklung

Apa itu Angklung?

Angklung merupakan alat musik tradisional yang termasuk dalam keluarga alat musik idiophone, terbuat dari rangkaian ruas bambu, dimainkan dengan cara digoyang atau atau diguncangkan atau digetarkan dengan tangan.
Alat musik tradisional ini sangat populer, terutama di daerah Jawa Barat. Namun selain di Jawa Barat, Angklung juga dikenal di daerah lain seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan juga daerah lainnya. Bahkan tidak hanya di Indonesia, Angklung juga populer hingga di Manca Negara.


Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka atau Ancak (frame) dan Tabung atau Bungbung (tube).
  1. Rangka terdiri dari: tihang atau jejer dan palang atau toros, yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau Parungpung Laras
bagian-angklung

Keterangan gambar:

A1 : Tihang atau jejer
A2 : Palang atau Toros
A3 : Palang Gantung
TD : Tabung Dasar
TB : Tabung Besar (resonator)
TS : Tabung Sedang (resonator)
TK : Tabung Kecil (resonator)
T7 : Tabung Seven atau Tujuh (resonator)

Sebuah angklung atau saancak angklung terdiri atas bagian rangka yang disebut ancak (frame) dan bungbung atau tabung pembentuk bunyi yang disebut parungpung atau rumpung. — Bagian ancak terdiri atas tihang (3)dan palang atau toros (4). Bagian parungpung terdiri atas parungpung-tatapakan atau tatapakan (1) yang tertidur mendatar (horisontal) di bawah dan parungpung-sosoraan atau parungpung-laras (2) yang berdiri tegak (vertikal) di atasnya dengan menggantung pada batang palang toros; bagian atasnya “disogat” (dibuang sebelah sebagian, seperti tabung pada calung) dan diberi berluang untuk menggantung (liang-toros). Parungpung-laras/parungpung-sosoraan (sebagai tabung bernada, dan juga sebagai resonator atau lawong) berjumlah 2 atau 3, bahkan pada angklung moderen yang bertangga nada diatonis ada yang berjumlah 4; terdiri atasparungpung-anak (2a), parungpung-panengah (2b), parungpung-indung (2c), danparungpung-panyuwuk bila ada. Bagian bawah dari parunpung-laras atau suku-parungpung masuk ke dalam lobang bagian atas dari tatapakan (cokrah-tatapakan) sehingga ketika angklung digoyang suku dan bibir lubang tatapakan beradu dan menimbulkan suara (sora-laras) tertentu.
Read more »
Wilayah Nada Angklung

Wilayah Nada Angklung

bermain-angklung

Wilayah Nada atau Range Suara Angklung

Angklung Bass
Angklung Bass atau Angklung Bass Party atau Angklung Melodi Rendah berjumlah 11 Angklung. Dimulai dari nada yang paling rendah yaitu nada G2 + G3 (nada oktaf) sampai dengan nada F3 + F4 (nada oktaf).
wilayah nada angklung

Angklung Melodi 2 Tabung
Angklung Melodi 2 tabung berjumlah 31 Angklung. Ditandai dengan simbol nomor dan nada. Dimulai dari nomor angklung 0 dengan nada angklung melodi yang paling rendah yaitu nada F#3 + F#4 sampai dengan nomor angklung 30 yaitu nada angklung melodi yang paling tinggi nada C6 + C7.


wilayah nada angklung


Angklung Melodi 3 Tabung
Angklung Melodi 3 tabung hampir sama dengan Angklung Melodi 2 tabung. Hanya saja pada angklung melodi 3 tabung, tabung besar (nada asli) berjumlah 2 tabung, dengan tujuan untuk mempertebal suara yang dihasilkan.
Angklung Melodi 3 tabung berjumlah 31 Angklung. Ditandai dengan simbol nomor dan nada. Dimulai dari nomor angklung 0 dengan nada angklung melodi yang paling rendah yaitu nada F#3 + F#3 + F#4 sampai dengan nomor angklung 30 yaitu nada angklung melodi yang paling tinggi nada C6 + C6 + C7.
wilayah nada angklung

Angklung Akor

angklung pengiring


Gambang
wilayah nada gambang

Read more »
Beranda