Entri yang Diunggulkan

Pertunjukan Musik Kelas Materi Belajar di Rumah Minggu ke-3 Kompetensi Dasar Materi ini merupakan pengembangan dari Kompetensi Dasar 3.3...
Ragam Alat Musik Tradisional

Ragam Alat Musik Tradisional

Ragam Alat Musik Tradisional

Ragam alat musik tradisional dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: 

Ragam alat musik tradisional Berdasarkan Bentuknya :
  1. Alat musik bentuk Tabung, contohnya seperti Suling
  2. Alat musik bentuk Pencon atau Penclon atau bulat dan ada benjolan, contohnya seperti Goong
  3. Alat musik bentuk Bilah atau Wilahan atau Pipih, contohnya seperti Saron
  4. Alat musik bentuk tidak beraturan, bentuk alat musik selain tabung, penclon maupun bilah. Contohnya seperti alat musik Sasando.

Ragam alat musik tradisional Berdasarkan Sumber Bunyinya :
  1. Idiofon
    alat musik yang suaranya bersumber dari getaran bahan dasar alat musik itu sendiri. 
    Alat musik ini terbagi lagi menjadi 4 bagian yaitu: Idiofon pukul, Idiofon petik, Idiofon gesek, dan Idiofon tiup.
    Contoh alat musik idiofon adalah: Talempong (Aceh), Ogung (Sumatra Utara), Tawak-tawak (Riau).Selain itu ada juga beberapa alat musik jenis idiofon yang suaranya dihasilkan dari getaran pukulan dua instrumen yang sama. Contohnya adalah ceng-ceng (Bali), Kecrek (Sunda).
  2. Membranofon
    alat musik yang suaranya bersumber dari getaran membran alat musik tersebut.
    Alat musik ini terbagi lagi menjadi 3 bagian yaitu: membranofon pukul, membranofon petik, dan membranofon gesek.
    Contoh alat musik membranofon yaitu Kendang.
  3. Kordofon
    alat musik yang suaranya bersumber dari getaran senar/dawai. Contohnya adalah: Kacapi (dipetik), rebab (digesek), sampek (dipetik).
    Alat musik kordofon terbagi menjadi 2 bagian yaitu: 
    1. Kordofon Sederhana:
        Alat musik ini salah satu cirinya adalah dawai dibentangkan secara sederhana pada media batang, tabung, rakit, papan, bak, dan juga bingkai.
    2. Kordofon Komposit
        Alat musik ini mempunyai ciri adanya resonator di antara bentangan dawai.
        Contohnya seperti alat musik Sampek. Dalam alat musik nontradisional contohnya seperti Gitar dan Biola.
  4. Aerofon
    alat musik yang suaranya bersumber dari hembusan/tiupan udara. Contohnya adalah: Serunai (Aceh), Bansi (Riau), Suling/Seruling, Tarompet (Sunda). Umumnya dimainkan dengan cara ditiup.
  5. Elektrofon
    alat musik yang sumber bunyinya melibatkan tenaga listrik. Contohnya seperti Kecapi elektrik.

kongkonang
Ragam alat musik tradisional berdasarkan Berdasarkan Cara Memainkan :
  1. Alat musik pukul
    - Alat musik pukul langsung baik dengan menggunakan tangan, maupun alat pemukul.
    - Alat musik pukul tak langsung, biasanya dimainkan dengan cara dikocok atau diparut.
    Contoh alat musik pukul : kulintang, gambang, kendang, gamelan.
  2. Alat musik petik
    contohnya seperti : sampek, kacapi.
  3. Alat musik gesek
    contohnya seperti : rebab.
  4. Alat musik tiup
    contohnya seperti : tarompet, suling.

Ragam alat musik tradisional berdasarkan Berdasarkan Fungsinya :
Sebagai...
  1. Alat musik melodis
    adalah kelompok alat musik yang apabila dimainkan secara satuan berperan sebagai melodi. Contohnya seperti suling, tarompet, vocal, rebab, angklung melodi dan bas, dll.
    Perlu diperhatikan beberapa alat musik melodis sejenis juga dapat difungsikan sebagai pengiring (alat musik harmonis) apabila dalam waktu bersamaan beberapa alat musik sejenis (contohnya angklung melodi) tersebut  dimainkan secara bersamaan memainkan beberapa nada yang harmonis.
  2. Alat musik harmonis (pengiring)
    adalah alat musik yang dalam setiap intrumennya mempunyai beberapa nada yang dapat membentuk akor sehingga dapat mengiringi alat musik melodi.
    Contohnya seperti angklung akord, kecapi.
  3. Alat musik ritmis
    adalah alat musik yang berfungsi sebagai pengatur ritmik dan tempo contohnya seperti kendang.



Baca selengkapnya »
Minggu ke 2 Di Rumah Saja

Minggu ke 2 Di Rumah Saja

dirumahsaja

Pertunjukan Musik Kelas

Materi Belajar di Rumah Minggu ke-3

Kompetensi Dasar
Materi ini merupakan pengembangan dari Kompetensi Dasar 3.3 dan 4.3, yaitu:
3.3 Memahami dan mengapresiasi pertunjukan musik  tradisional.
4.3 Menampilkan pertunjukan musik tradisional.

Sehubungan pelaksanaan Pertunjukan Musik Tradisional Kelas yang tidak dapat dilanjutkan karena adanya musibah Corona dan siswa diwajibkan untuk Belajar di Rumah, maka pertunjukan musik kelas yang awalnya akan menampilkan pertunjukan musik Angklung dan Gamelan dirubah menjadi pertunjukan musik bernyanyi Bersama.

Alasan Perubahan Materi Pembelajaran:
1. Selama pandemic Corona, siswa dan guru melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah
2. Setiap siswa tidak mungkin memiliki alat musik tradisional
3. Pertunjukan musik vokal baik tradisional maupun non-tradisional juga bernilai sesuai dengan tujuan pembelajaran dari kompetensi dasar.

Tujuan Pembelajaran
Adapun tujuan pembelajaran ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Siswa dapat berkreasi musik untuk pertunjukan musik
2. Siswa dapat melatih rasa percaya diri
3. Siswa dapat saling menghargai
4. Siswa dapat bekerjasama dengan baik
5. Siswa dapat disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas

Media Pembelajaran
Apa saja yang harus kalian persiapkan?
1. Smartphone
2. Headset
3. Buku Catatan
4. Buku Bahan Ajar Seni Budaya Semester 2 (Warna Biru) edisi revisi 2017
5. Media pendukung lainnya yang akan dijelaskan pada saat pembelajaran

Langkah-langkah Pembelajaran
1. Siswa standby di WA Group Kelas Seni Budaya tepat pada pukul (Sesuai Jadwal Pelajaran)
2. Siswa berpakain rapih dan sopan
3. Siswa melakukan kegiatan pembelajaran di dalam rumah
4. Siswa berdoa masing-masing sesuai agama dan kepercayaannya masing masing
5. Siswa melakukan absensi dengan cara mengirim Foto terbaru (saat kegiatan pembelajaran), beserta catatan nama lengkap
6. Guru memulai pembelajaran
7. Siswa melakukan tanya jawab (diskusi)
8. Siswa melaksanakan tugas
9. Siswa mengumpulkan tugas
10. Guru melakukan evaluasi

Materi Pembelajaran

Pengertian Pertunjukan Musik Kelas
Pertunjukan musik adalah menampilkan, atau memamerkan segala hal yang berupa bunyi yang berkualitas yang dilaksanakan oleh seluruh siswa dalam satu kelas.

Bentuk Pertunjukan Musik
Bentuk penyajian musik secara umum dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut:
1. Penyajian musik tunggal (solo)
    Pertunjukan musik oleh satu orang
2. Penyajian kelompok musik terbatas
    Pertunjukan musik oleh 2 orang atau lebih (duo-duet, trio, kwartet, kwintet, dsb)
3. Penyajian musik ansamble
    Pertunjukan musik seperti ansamble kecil atau ansamble besar
4. Penyajian musik orchestra
    Pertunjukan musik dengan jumlah pemain yang banyak dan biasanya dipimpin oleh satu orang dirijen (conductor)

Jenis Pertunjukan Musik
Secara umum, jenis pertunjukan musik dapat digolongkan menjadi tiga jenis penyajian yaitu musik vokal, musik instrumen, dan musik campuran.

Dalam pertunjukan musik tradisional dapat dibagi menjadi:
1. Karawitan Sekar
    Penyajian musik berupa vocal saja
2. Karawitan Gending
    Penyajian musik berupa instrument (alat musik) saja
3. Karawitan Sekar Gending
    Penyajian musik berupa campuran antara vokal dan alat musik

Proyek Pertunjukan Musik Kelas
Setiap siswa akan menyanyikan lagu yang sama setiap kelas dalam bentuk video. Dikerjakan secara individu dari rumah masing-masing kemudian dikumpulkan ke Guru melalui WA untuk dikoreksi dan dijadikan satu video satu lagu satu kelas.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah seluruh siswa menyanyikan lagu yang sama, nada dasar, tempo serta urutan yang sama begitu juga pemain musiknya. Karena nantinya lagu yang dinyanyikan tersbut akan menjadi satu video seperti contoh video berikut:



Langkah-langkah Penugasan

Siswa mengadakan diskusi untuk menentukan lagu yang akan dinyanyikan.
Kegiatan ini berlangsung maksimal selama 30 menit

Penentuan lagu harus sesuai dengan beberapa hal seperti berikut:
1. Lagu bertema Pendidikan atau Lingkungan
2. Lagu dapat berupa lagu tradisional maupun lagu non-tradisional
3. Lagu mudah dinyanyikan oleh siswa satu kelas.
    Bukan karena lagu tersebut enak didengar atau karena sedang popular kalian memaksakan untuk memilih lagu tersebut, namun hal yang paling kalian pertimbangkan adalah bagaimana kalian bisa membawakan lagu tersebut dengan baik secara kelompok kelas, ingat secara kelompok kelas bukan individu.
4. Progresi akor mudah untuk dimainkan oleh siswa yang bertugas sebagai pemain musik
    Setelah lagu dipilih, guru akan membantu untuk menentukan nada dasar serta akor untuk iringan.
5. Pilihan lagu diperiksa dan diedit oleh Guru disesuaikan dengan kondisi siswa, kemudian hasilnya akan dibagikan di Group WA untuk didiskusikan pembagian tugasnya.

Siswa menentukan pembagian tugas sesuai dengan lagu yang akan dinyanyikan
Kegiatan ini berlangsung maksimal selama 15 menit

1. Pembagian tugas siapa saja yang akan memainkan alat musik sebagai pengiring
    Setiap kelas minimal ada 1 siswa yang bermain alat musik harmoni (pengiring)
2. Pembagian tugas di bagian mana siswa kan menyanyikan lagu tersebut
    Contoh:
    Absen 1 s.d 10 menyanyikan bagian A1
    Absen 11 s.d 20 menyanyikan bagian A2
    Absen 21 s.d 30 menyanyikan bagian Reff
    Atau
    Siswa Perempuan menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi perempuan pada lagu  tersebut
    Siswa Pria menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Pria dalam lagu tersebut

Siswa melaksanakan tugasnya
1. Siapkan 1 HP dan headset untuk mendegarkan lagu yang disepakati
2. Bisa meminjam sebentar kepada keluarga di rumah, atau juga bisa dengan menggunakan Komputer atau laptop atau notepad untuk mendengarkan lagu.
3. Media untuk merekam Video, seperti Handphone, atau kamera, atau apapun yang dapat merekam audio video.
4. Siswa mulai merekam kegiatan bernyanyinya sesuai dengan tugasnya
    Ingat, jangan sampai ada suara lain masuk kecuali hanya suara kalian yang sedang bernyanyi saja.      Suara musik pengiring dan musik sample jangan sampai ikut masuk ke rekaman video.
5. Siswa yang bermain alat musik tidak boleh ikut bernyanyi, jadi hanya ada suara memainkan gitar atau piano atau alat musik lainnya seperti yang telah ditentukan
6. Siswa mulai merekam video
    Untuk menghemat kuota, dimohon sebelum merekam kalian setting video ke dalam format yang ukurannya paling kecil
7. Jika di tengah proses perekaman siswa ada kesalahan, tidak usah mulai dari awal cukup merubah pada saat ada yang salah saja
8. Nonaktifkan sementara notifikasi HP agar tidak mengganggu proses rekaman.

Pengumpulan tugas siswa
1. Siswa mengumpulkan tugas berupa video sesuai pembagian tugas masing-masing
2. Sebelum dikumpulkan mohon diperiksa lagi apakah ada suara lain yang masuk selain suara vokal kalian atau suara instrument yang kalian mainkan
3. Format video Landscape
4. Boleh melibatkan keluarga dalam kegiatan ini, bernyanyi bersama keluarga atau ada wajah keluarga di video
5. Lokasi syuting harus di dalam rumah
6. Paling lambat dikumpulkan 1 hari setelah jadwal pembelajaran maksimal pukul 17:00 keesokan harinya
7. Siswa tidak diperkenankan mengerjakan tugas ini di atas pukul 17:00 apalagi mengumpulkan tugas di atas 17:00 baik pada hari pembelajaran apalagi keesokan harinya.
8. Siswa diperkenankan untuk mengumpulkan video dalam beberapa bagian tidak harus 1 video. Hal ini apabila ada bagian yang salah tidak usah dihapus, buat video mulai dari yang ada salahnya saja. Atau karena ukuran videonya besar maka dibagi menjadi beberapa bagian sehingga bisa dikirim lewat WA.

Jika kalian sudah memahami tugas ini, silahkan kalian kerjakan dengan semangat dan penuh rasa senang. Dan apabila masih ada pertanyaan, silahkan kita diskusikan di Group WA.

Saya akan terus online di Group WA selama proses pembelajaran. Terima kasih

Baca selengkapnya »
Angklung Padaeng

Angklung Padaeng

daeng soetigna

Angklung Padaeng

Angklung yang populer saat ini merupakan angklung modern yang diciptakan oleh Almarhum Pak Daeng Soetigna pada tahun 1938. Secara instrument, angklung padaeng adalah alat musik tradisional. Namun secara nada, angklung padaeng menggunakan skala nada modern. Dimana yang membedakan dengan Angklung Tradisional sebelumnya yaitu pada skala nadanya. Jika sebelumnya Angklung tradisional menggunakan skala nada pentatonic, angklung yang sekarang ini menggunakan skala nada diatonic kromatic.


  1. Scala nada pentatonic contohnya seperti laras daminatilada, yang mana Angklung tersebut dikembangkan oleh Almarhum Mang Udjo yang terkenal dengan Saung Udjonya.
  2. Scala nada diatonic itu, lebih mudahnya adalah skala nada yang kita kenal dengan sebutan do re mi fa so la ti do. Yang interval jaraknya adalah sebagai berikut G A B C D E F# G atau E F# G A B C D E
  3. Sementara, scala nada kromatik yaitu skala nada yang interval jaraknya adalah setengah, seperti G G# A A# dst.

Oleh karena itu, Angklung yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Angklung Padaeng.
Baik Mang Udjo dan Padaeng merupakan tokoh yang sangat berperan penting dalam pelestarian angklung. Bahkan hingga saat ini, saung udjo masih tetap konsisten terus mempopulerkan Angklung yang berskala nada diatonic.

Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka/ Ancak (frame) dan Tabung/bungbung (tube).

  1. Rangka terdiri dari tihang atau jejer dan palang atau toros yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar, atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau laras

angklung


Tabung Resonator terdiri dari Tabung Besar Tabung Sedang dan Tabung Kecil

Baca selengkapnya »
Angklung

Angklung



Apa itu Angklung?

Angklung merupakan alat musik tradisional yang termasuk dalam keluarga alat musik idiophone, terbuat dari rangkaian ruas bambu, dimainkan dengan cara digoyang atau atau diguncangkan atau digetarkan dengan tangan.
Alat musik tradisional ini sangat populer, terutama di daerah Jawa Barat. Namun selain di Jawa Barat, Angklung juga dikenal di daerah lain seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan juga daerah lainnya. Bahkan tidak hanya di Indonesia, Angklung juga populer hingga di Manca Negara.


Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka atau Ancak (frame) dan Tabung atau Bungbung (tube).
  1. Rangka terdiri dari: tihang atau jejer dan palang atau toros, yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau Parungpung Laras
bagian-angklung

Keterangan gambar:

A1 : Tihang atau jejer
A2 : Palang atau Toros
A3 : Palang Gantung
TD : Tabung Dasar
TB : Tabung Besar (resonator)
TS : Tabung Sedang (resonator)
TK : Tabung Kecil (resonator)
T7 : Tabung Seven atau Tujuh (resonator)

Sebuah angklung atau saancak angklung terdiri atas bagian rangka yang disebut ancak (frame) dan bungbung atau tabung pembentuk bunyi yang disebut parungpung atau rumpung. — Bagian ancak terdiri atas tihang (3)dan palang atau toros (4). Bagian parungpung terdiri atas parungpung-tatapakan atau tatapakan (1) yang tertidur mendatar (horisontal) di bawah dan parungpung-sosoraan atau parungpung-laras (2) yang berdiri tegak (vertikal) di atasnya dengan menggantung pada batang palang toros; bagian atasnya “disogat” (dibuang sebelah sebagian, seperti tabung pada calung) dan diberi berluang untuk menggantung (liang-toros). Parungpung-laras/parungpung-sosoraan (sebagai tabung bernada, dan juga sebagai resonator atau lawong) berjumlah 2 atau 3, bahkan pada angklung moderen yang bertangga nada diatonis ada yang berjumlah 4; terdiri atasparungpung-anak (2a), parungpung-panengah (2b), parungpung-indung (2c), danparungpung-panyuwuk bila ada. Bagian bawah dari parunpung-laras atau suku-parungpung masuk ke dalam lobang bagian atas dari tatapakan (cokrah-tatapakan) sehingga ketika angklung digoyang suku dan bibir lubang tatapakan beradu dan menimbulkan suara (sora-laras) tertentu.
Baca selengkapnya »
Beranda