Selamat Datang di djuned.com

Notasi musik merupakan sistem penulisan karya musik dengan menggunakan simbol-simbol khusus, sehingga mewakili bunyi yang dinyanyikan at...
Angklung Padaeng

Angklung Padaeng

daeng soetigna

Angklung Padaeng

Angklung yang populer saat ini merupakan angklung modern yang diciptakan oleh Almarhum Pak Daeng Soetigna pada tahun 1938. Secara instrument, angklung padaeng adalah alat musik tradisional. Namun secara nada, angklung padaeng menggunakan skala nada modern. Dimana yang membedakan dengan Angklung Tradisional sebelumnya yaitu pada skala nadanya. Jika sebelumnya Angklung tradisional menggunakan skala nada pentatonic, angklung yang sekarang ini menggunakan skala nada diatonic kromatic.

  1. Scala nada pentatonic contohnya seperti laras daminatilada, yang mana Angklung tersebut dikembangkan oleh Almarhum Mang Udjo yang terkenal dengan Saung Udjonya.
  2. Scala nada diatonic itu, lebih mudahnya adalah skala nada yang kita kenal dengan sebutan do re mi fa so la ti do. Yang interval jaraknya adalah sebagai berikut G A B C D E F# G atau E F# G A B C D E
  3. Sementara, scala nada kromatik yaitu skala nada yang interval jaraknya adalah setengah, seperti G G# A A# dst.

Oleh karena itu, Angklung yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Angklung Padaeng.
Baik Mang Udjo dan Padaeng merupakan tokoh yang sangat berperan penting dalam pelestarian angklung. Bahkan hingga saat ini, saung udjo masih tetap konsisten terus mempopulerkan Angklung yang berskala nada diatonic.

Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka/ Ancak (frame) dan Tabung/bungbung (tube).

  1. Rangka terdiri dari tihang atau jejer dan palang atau toros yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar, atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau laras

angklung


Tabung Resonator terdiri dari Tabung Besar Tabung Sedang dan Tabung Kecil

Read more »
Angklung

Angklung

angklung

Apa itu Angklung?

Angklung merupakan alat musik tradisional yang termasuk dalam keluarga alat musik idiophone, terbuat dari rangkaian ruas bambu, dimainkan dengan cara digoyang atau atau diguncangkan atau digetarkan dengan tangan.
Alat musik tradisional ini sangat populer, terutama di daerah Jawa Barat. Namun selain di Jawa Barat, Angklung juga dikenal di daerah lain seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan juga daerah lainnya. Bahkan tidak hanya di Indonesia, Angklung juga populer hingga di Manca Negara.

Bagian-Bagian Angklung

Secara garis besar Angklung terbentuk dari 2 bagian, yaitu Rangka atau Ancak (frame) dan Tabung atau Bungbung (tube).
  1. Rangka terdiri dari: tihang atau jejer dan palang atau toros, yang diikat dengan lilitan rotan di beberapa bagiannya.
  2. Tabung terdiri dari: Tabung dasar atau disebut Parungpung atau Parumpung Tatapakan dan Tabung Resonator atau lawong yang disebut Parungpung sosoraan atau Parungpung Laras
bagian-angklung

Keterangan gambar:

A1 : Tihang atau jejer
A2 : Palang atau Toros
A3 : Palang Gantung
TD : Tabung Dasar
TB : Tabung Besar (resonator)
TS : Tabung Sedang (resonator)
TK : Tabung Kecil (resonator)
T7 : Tabung Seven atau Tujuh (resonator)

Sebuah angklung atau saancak angklung terdiri atas bagian rangka yang disebut ancak (frame) dan bungbung atau tabung pembentuk bunyi yang disebut parungpung atau rumpung. — Bagian ancak terdiri atas tihang (3)dan palang atau toros (4). Bagian parungpung terdiri atas parungpung-tatapakan atau tatapakan (1) yang tertidur mendatar (horisontal) di bawah dan parungpung-sosoraan atau parungpung-laras (2) yang berdiri tegak (vertikal) di atasnya dengan menggantung pada batang palang toros; bagian atasnya “disogat” (dibuang sebelah sebagian, seperti tabung pada calung) dan diberi berluang untuk menggantung (liang-toros). Parungpung-laras/parungpung-sosoraan (sebagai tabung bernada, dan juga sebagai resonator atau lawong) berjumlah 2 atau 3, bahkan pada angklung moderen yang bertangga nada diatonis ada yang berjumlah 4; terdiri atasparungpung-anak (2a), parungpung-panengah (2b), parungpung-indung (2c), danparungpung-panyuwuk bila ada. Bagian bawah dari parunpung-laras atau suku-parungpung masuk ke dalam lobang bagian atas dari tatapakan (cokrah-tatapakan) sehingga ketika angklung digoyang suku dan bibir lubang tatapakan beradu dan menimbulkan suara (sora-laras) tertentu.
Read more »
Wilayah Nada Angklung

Wilayah Nada Angklung

bermain-angklung

Wilayah Nada atau Range Suara Angklung

Angklung Bass
Angklung Bass atau Angklung Bass Party atau Angklung Melodi Rendah berjumlah 11 Angklung. Dimulai dari nada yang paling rendah yaitu nada G2 + G3 (nada oktaf) sampai dengan nada F3 + F4 (nada oktaf).
wilayah nada angklung

Angklung Melodi 2 Tabung
Angklung Melodi 2 tabung berjumlah 31 Angklung. Ditandai dengan simbol nomor dan nada. Dimulai dari nomor angklung 0 dengan nada angklung melodi yang paling rendah yaitu nada F#3 + F#4 sampai dengan nomor angklung 30 yaitu nada angklung melodi yang paling tinggi nada C6 + C7.

wilayah nada angklung


Angklung Melodi 3 Tabung
Angklung Melodi 3 tabung hampir sama dengan Angklung Melodi 2 tabung. Hanya saja pada angklung melodi 3 tabung, tabung besar (nada asli) berjumlah 2 tabung, dengan tujuan untuk mempertebal suara yang dihasilkan.
Angklung Melodi 3 tabung berjumlah 31 Angklung. Ditandai dengan simbol nomor dan nada. Dimulai dari nomor angklung 0 dengan nada angklung melodi yang paling rendah yaitu nada F#3 + F#3 + F#4 sampai dengan nomor angklung 30 yaitu nada angklung melodi yang paling tinggi nada C6 + C6 + C7.
wilayah nada angklung

Angklung Akor

angklung pengiring


Gambang
wilayah nada gambang

Read more »
Alat Musik Tradisional Bengkulu

Alat Musik Tradisional Bengkulu

alat musik tradisional

Kegiatan musik tradisional di daerah Bengkulu lebih banyak bernuansa Islami. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam.

Alat Musik Tradisional dari daerah Bengkulu antara lain sebagai berikut:
  1. 'Rebana' yang terbuat dari bahan kayu sebagai kerangka dan kulit lembu yang menutupi satu sisi kerangkanya,
  2. 'Tasa' sejenis 'Rebana' yang dihiasi dengan tali rotan dan dicat dengan warna tertentu sebagai elemen dekorasinya, dan
  3. 'Bedug' atau dalam bahasa daerahnya disebut dengan 'Dol'yang juga terbuat dari kayu dan kulit lembu yang menutupi kedua sisi batang tubuhnya.
  4. Disamping itu ada juga semacam terompet yang terbuat dari kayu dan logam yang disebut 'Serunai'. Alat-alat musik ini lebih banyak dibunyikan pada saat penyelenggaraan acara-acara tradisi Islam baik itu dalam upacara perkawinan maupun menyambut hari-hari besar Islam lainnya, seperti pada upacara 'Tabot" dalam menyambut upacara 1 Muharam.

Sumber:
Wardoyo Sugianto - Album Alat Musik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1994/1995
Read more »
Notasi Musik

Notasi Musik

simbol notasi musik

Notasi musik merupakan sistem penulisan karya musik dengan menggunakan simbol-simbol khusus, sehingga mewakili bunyi yang dinyanyikan atau dimainkan oleh pemain musik.

Pada umumnya ada dua Notasi musik standar yang saat ini banyak dikenal dan digunakan, yaitu Notasi Balok dan Notasi Angka. Namun selain notasi standar tersebut, sebenarnya masih ada notasi musik lainnya yang ada dan digunakan.

Berikut merupakan jenis Notasi musik yang Saya ketahui:

1. Notasi Balok


contoh notasi balok

Notasi balok merupakan notasi musik yang paling standar dan sangat umum digunakan di seluruh dunia. Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nada a1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.

2. Notasi Angka

Ada beberapa jenis notasi angka. diantaranya adalah sebagai berikut:

Notasi Angka Umum

Notasi angka ini umumnya digunakan dalam penulisan notasi vokal, baik solo maupun paduan suara. Selain untuk vokal notasi ini juga digunakan dalam penulisan notasi musik untuk alat musik seperti pianika, recorder dan lain sebagainya.

notasi angka

Dalam notasi angka, not ditentukan dengan angka 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si). Angka-angka tersebut menunjukkan tinggi-rendahnya nada. Ada juga angka 0 sebagai tanda diam. Nada 1 tanpa titik merupakan nada dasar. Tanda satu titik di atas not, menunjukkan bahwa not tersebut lebih tinggi satu oktaf dari nada asli, sedangkan tanda satu titik di bawah not, menunjukkan bahwa not tersebut lebih rendah satu oktaf dari nada asli. Nada 1 tanpa garis miring merupakan nada natural. Tanda garis miring silang ke kanan pada not (/), menunjukkan bahwa not tersebut naik setengah nada dari nada asli (berfungsi seperti tanda kres pada notasi balok), sedangkan tanda garis miring silang ke kiri pada not (\), menunjukkan bahwa not tersebut turun setengah nada dari nada asli (berfungsi seperti tanda mol pada notasi balok).

Notasi Angka Kepatihan

Notasi angka ini biasanya digunakan dalam penulisan notasi musik alat musik tradisional seperti gamelan, kendang, rebab, dan lain sebagainya.

notasi kepatihan

Notasi Angka Jianpu


jianpu

Notasi musik ini biasanya digunakan dalam permainan alat musik tradisional enru. Penulisannya mirip dengan penulisan notasi angka umum, hanya ada beberapa perbedaan diantaranya:
  • beam (garis/bendera nada) sebagai penanda nilai not setengah, seperempat dan seterusnya berada di bawah nada/angka (pada notasi angka umum, penulisan beam terletak di atas angka)
  • titik double oktaf nada tertulis secara vertikal (pada notasi angka umum, penulisan titik double oktaf tertulis secara horisontal).

Notasi Angka Nashville

Nashville Number System adalah metode transkrip musik dengan menunjukkan tingkat skala di mana akor dibuat. Ini dikembangkan oleh Neal Matthews pada akhir 1950-an sebagai sistem yang disederhanakan untuk The Jordanaires untuk digunakan di studio dan dikembangkan lebih lanjut oleh Charlie McCoy . [1] Ini menyerupai angka Romawi [2] dan sistem bass berpola yang secara tradisional digunakan untuk menuliskan progresi akord sejak awal tahun 1700-an. Sistem Angka Nashville disusun dan diterbitkan dalam sebuah buku oleh Chas Williams pada tahun 1988.

3. Notasi Musik Tablatur

Notasi musik ini biasa disebut dengan tablatur. digunakan untuk menulis penulisan nada permainan gitar.

4. Notasi Grafis

Notasi grafis (atau skor grafis) adalah representasi musik melalui penggunaan simbol visual di luar bidang notasi musik tradisional. Notasi grafis berkembang pada 1950-an, dan dapat digunakan baik dalam kombinasi dengan atau bukannya notasi musik tradisional. [1] Komposer sering mengandalkan notasi grafis dalam musik eksperimental , di mana notasi musik standar tidak efektif. Kegunaan lain termasuk potongan-potongan di mana efek aleatorik atau tidak ditentukan diinginkan. Salah satu pelopor awal dari teknik ini, bersama dengan John Cage , adalah Earle Brown , yang berusaha membebaskan para pemain dari batasan notasi dan menjadikan mereka peserta aktif dalam penciptaan musik.

5. Notasi Isyarat

Notasi Simbol. Notasi simbol lazimnya menggunakan tanda isyarat tangan atau gerakan tubuh. Contoh penggunaan notasi simbol adalah metode Curwen Hand`s yang menggunakan gerakan tangan sebagai tanda nada. Pada lampiran dapat dilihat ilustrasi gambar dari notasi simbol Curven Hand’s tersebut. Untuk nada dengan oktaf rendah, biasanya menggunakan tangan sebelahnya dengan menunjuk ke bawah. Demikian juga sebaliknya, untuk menunjukkan nada dengan oktaf yang tinggi menggunakan tangan sebelahnya dengan menunjuk ke atas.

6. Notasi Kontemporer

Notasi Bebas
Read more »
Beranda